Properti di Pontianak

Pendidikan = Mahal ??

Saya sadar bahwa pendidikan itu sangat penting bagi anak–anak saya, dan semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh oleh mereka maka semakin tinggi pula biayanya. But it’s worth it lah… karena saya yakin bahwa pendidikan itu sangat berguna bagi kelangsungan hidup seorang manusia. Pengaruh – pengaruh budaya barat yang masuk ke Asia, menuntut kita agar dapat berpikir cerdas supaya kita dapat memfilter budaya–budaya asing tersebut. Jujur saja, sebagai orang tua dan sebagai seorang ibu, saya sangat takut dan khawatir terhadap budaya–budaya asing tersebut dan terhadap globalisasi. Tapi hal tersebut tidak dapat kita tolak. Lha wong namanya saja perkembangan zaman, masa mesti kita tolak, kalau kita tolak berarti kita itu termasuk dalam klasifikasi orang purba…

Oleh karena itu, saya sangat concern terhadap pendidikan kedua buah hati saya. Anak pertama saya bernama Maharani yang sebentar lagi akan lulus dari SMA dan akan menempuh jenjang kuliah S1 di salah satu universitas negeri di Bandung. Sedangkan anak kedua saya bernama Ryan yang sebentar lagi akan lulus SMP dan akan melanjutkan sekolah ke salah satu SMA Negeri di kota Bandung juga. Sebagai orang tua, saya cukup pusing karena saya harus putar otak mencari cara bagaimana agar kedua anak saya bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Baru–baru ini saya bertemu dengan teman dan dia menjelaskan tentang PERMATAHOME Ready Cash yang dia ambil 1 tahun yang lalu yaitu pinjaman yang dapat saya gunakan untuk pendidikan anak–anak saya. Saya sedikit berhati–hati soal pinjam meminjam atau kredit yang disediakan oleh bank, takutnya nanti malah merugikan saya. Setelah saya mencari informasi baik dari internet maupun datang ke bank nya langsung, akhirnya saya memutuskan untuk mengambil PERMATAHOME Ready Cash untuk memenuhi kebutuhan pendidikan kedua anak saya.

PERMATAHOME Ready Cash memberikan keuntungan bagi saya karena dana yang saya butuhkan dapat saya tarik kapan saja saya mau dan penarikan dananya itu dapat melalui ATM, E-Channel dan teller counter terdekat. Bunga yang diberikan Bank Permata sangat kompetitif dan hanya sebesar dana yang dipakai, juga mempunyai jangka waktu pinjaman yang cukup, bisa sampai 15 tahun, dengan jangka waktu yang seperti itu, saya dapat mengumpulkan uang untuk mengembalikan kredit yang sudah saya pinjam di Bank Permata.

Syarat dan ketentuan untuk mengambil pinjaman ini pun tidak terlalu sulit dan menurut saya cenderung sangat mudah, Rumah/Apartment/ruko sudah harus selesai dibangun dan sertifikat sudah pecah per kavling atas nama debitur/pasangan, Plafon maksimum 70% dari nilai appraisal bank, Minimum pinjaman: Rp. 300 juta sampai dengan Rp. 5 milliar. Biaya–biaya yang di butuhkan untuk mengajukan kredit ini pun bisa saya penuhi semua, seperti annual fee, administrasi kredit, dan juga asuransi jiwa dan kebakaran.

Dokumen Debitur Karyawan Pengusaha Profesional
Fotokopi KTP pemohon & Suami/isteri (jika ada)
Fotokopi Kartu Keluarga
Fotokopi Akta Nikah/Cerai/Pisah Harta (jika ada)
Fotokopi Surat WNI & Ganti Nama (jika ada) atau Akta Lahir Suami/Istri (untuk WNI non pribumi)
Slip Gaji Terakhir Asli/Surat Keterangan Kerja Asli
Fotokopi Tabungan/Rekening Koran 3 bulan terakhir
Fotokopi NPWP Pribadi
Fotokopi SIUP, Tanda Daftar Perusahaan, Surat Keterangan Domisili atau Akta Pendirian Perusahaan, Laporan Keuangan Terakhir
Fotokopi Surat Ijin Praktek/ SK Pengangkatan dari Instansi Terkait
Pas Foto Pemohon & Suami/Istri (jika ada)

Setelah saya memenuhi semua prasyarat untuk peminjaman PERMATAHOME Ready Cash, beberapa hari kemudian dana yang saya minta cair. It’s so fast than I expected… dan akhirnya saya tidak pusing lagi memikirkan pendidikan kedua anak saya.

(www.permatabank.net)

Comments are closed.