Gratis Newsletter Kami  
PermataBank.NET Review
 
Properti di Pontianak

Mengenalkan Anak Tentang Investasi

Mengenalkan Anak Tentang InvestasiMemberi pendidikan kepada anak tidak hanya pada pada lingkup formal saja tetapi juga non formal. Sebagai orangtua harus mengajarkan tentang segala sesuatu termasuk mengenai uang. Menabung adalah tahap awal yang perlu diajarkan kepada anak pada usia dini agar mereka lebih bisa mengelola keuangan pribadinya dengan baik dan benar untuk memenuhi keinginan speerti membeli mainan.

Setelah anak bisa mengerti dan merasakan manfaat menabung maka tahapan berikutnya adalah masuk pada pengenalan tentang investasi. Pada tingkatan usia tertentu anak-anak sudah bisa mengerti tentang menggunakan uang yang mereka miliki untuk menghasilkan jumlah yang lebih banyak dibandingkan sebelumnya. Saat anak anda sudah pada kondisi seperti itu maka sebagai orang tua harus mengarahkan mereka pada penggunaan yang positif yaitu dengan berinvestasi.

Sebenarnya menabung juga salah satu cara investasi yang sederhana, setiap kurun waktu tertentu tabungan yang ada di rekening bank mereka akan mendapatkan jumlah tambahan yang disebut bunga tabungan. Namun seiring dengan perkembangan jaman dan pengaruh lingkungan dimana anak-anak berinteraksi sosial maka investasi tidak hanya sekedar dengan menabung.

Contoh kasus sederhana tentang investasi yang biasanya dilakukan anak secara tidak sadar adalah ketika di sekolah. Dalam suatu mata pelajaran tertentu guru akan memberi tugas atau pekerjaan rumah untuk membuat sesuatu yang membutuhkan beberapa bahan, misalnya membuat lampion dari kertas. Bahan yang dibutuhkan tentu saja kertas karton, kertas warna, dan lem. rata-rata menurut pengalaman dan kenyataan banyak anak yang sudah ribut ketika diberikan tugas seperti itu karena faktor tidak terbiasa berbelanja sendiri atau ketergantungan pada orang tua guna memenuhi segala kebutuhan sekolahnya. Kalau anak yang cerdas pasti dijadikan sebuah peluang untuk berbisnis kecil-kecilan dengan cara menwarkan jasa membelikan semua bahan yang dibutuhkan.

Sebelumnya si anak harus berbelanja seluruh bahan tersebut agar mengetahui total harganya setelah itu baru menwarkan kepada teman-temannya disekolah. Uang sebagai modal untuk membeli semua itu bisa dengan tabungannya, meminjam pada orangtua, atau mengumpulkan terlebih dulu dari teman-temannya. Setiap paket bahan bisa dinaikkan pada harga yang wajar dan sekiranya tidak memberatkan teman-temannya mungkin pada kisaran 500 rupiah per paket bahan yang dibutuhkan. Tinggal kalikan saja berapa keuntungan yang didapat jika dalam satu kelas ada sekitar 25 anak.

Diatas merupakan gambaran dan juga satu pengalaman dari penulis ketika masih sd dulu. Pengenalan investasi atau bisnis sejak usia anak-anak bukan merupakan hal yang negatif. Setiap penggunaan uang memang harus dalam pengawasan orang tua walaupun itu adalah uang pribadi mereka yang berasal dari uang saku.

Kadang ada orang tua yang mengatakan mengenalkan uang lebih jauh kepada anak-anak bukan merupakan tindakan yang tepat karena bisa membuat perkembangan mereka menjadi perhitungan. Khawatir ketika menyuruh mereka melakukan sesuatu dalam konteks membantu orang tua pasti minta imbalan. Sebenarnya itu kembali lagi pada fungsi orang tua yang mengajarkan serta mengarahkan anak tentang bagaimana harus berhemat, menggunakan uang tabungan untuk kebutuhan yang diperlukan, serta memberdayakan uang dengan cara investasi secara bijaksana, cerdas, dan beretika.

Related

Comments are closed.