Properti di Pontianak

Manajemen Bisnis Saat Krisis

Manajemen Bisnis Saat KrisisSaat perekonomian global mengalami masa sulit dengan diiringi jumlah belanja yang berkurang drastis merupakan kondisi yang menakutkan bagi sebagian besar orang. Situasi politik maupun ekonomi biasanya menjadi penyebab utama dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya sehingga pada kondisi tertentu suatu negara mengalami krisis. Selain sisi negatif yang dirasakan juga mempunyai peluang positif terutama mengenai investasi bisnis yaitu dikala perekonomian terpuruk timbul ide dan kreatifitas untuk mengembangkan suatu produk baru dipasaran yang merangsang terjadinya pembelian. Sedangkan bagi perusahaan-perusahaan yang telah berjalan akan berusaha mencari strategi alternatif sekaligus mengurangi biaya-biaya yang selama ini benar-benar tidak diperlukan. Efisiensi akhirnya menjadi pilihan terakhir bagi siapapun baik perorangan maupun dunia usaha agar tidak berdampak lebih buruk pada keuangan yang dimiliki.

Tulisan kali ini membahas tentang manajemen bisnis ditengah terpaan badai krisis ekonomi yang senantiasa bisa terjadi kapan saja. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan oleh pelaku bisnis untuk meminimalisir dampak dan efisiensi anggaran belanja. Melakukan perencanaan ulang dan menetapkan biaya belanja untuk perlengkapan kantor adalah langkah strategis guna efisiensi beban keuangan perusahaan. Mengurangi jumlah kebutuhan alat tulis kantor secara tepat dan bijaksana bukanlah suatu kemunduran. Namun langkah cerdas untuk melakukan segala hal secara tepat guna dan sasaran sehingga terhindar dari pemborosan yang sebelumnya dilakukan tanpa kontrol.

Efisiensi Peralatan Kantor
Menggunakan biaya tetap berdasarkan kebutuhan bisa dialokasikan dengan pengurangan kuantitas keperluan kantor tapi masih menjaga kualitas atau membelanjakan tanpa perubahan rencana belanja tetapi memilih kualitas bawah. Bahkan kalau perlu dalam kepentingan lingkup kantor sendiri bisa menggunakan kertas bekas yang belakangnya masih kosong untuk keperluan pencatatan sementara atau dibuat menjadi amplop. Segala hal yang dipandang perlu untuk efisiensi sebaiknya diputuskan dan dijalankan tetapi masih dalam batas wajar. Misalnya untuk surat menyurat dengan institusi lain tetap memakai amplop jadi sedangkan untuk keperluan internal amplop bisa dibikin sendiri dengan kertas bekas yang layak pakai.

Efisiensi Produksi
Selain anggaran alat tulis kantor juga perlu diperhatikan pada persediaan bahan produksi. Penghitungan ulang untuk biaya belanja barang kebutuhan produksi sangat penting saat mengalami krisis ekonomi global maupun internal perusahaan sendiri. Efisiensi produksi merujuk pada jumlah pesanan tanpa harus menumpuk persediaan yang banyak. Hal tersebut sebagai antisipasi terhadap pasar yang mengurangi belanja atau pembelian disaat terjadi gonjang-ganjing ekonomi dan politik. Stok produk di gudang harus tetap dipertahankan agar harga jual dipasaran tidak ikut terseret naik gara-gara pasokan sulit. Oleh akrena itu penghitungan ulang ongkos produksi hingga stok barang harus dilakukan dengan analisa yang matang.

Bagi kalangan pengecer sendiri untuk membeli produk sebaiknya dilakukan dalam model paket walaupun tidak dalam jumlah yang banyak. Produk bentuk paket akan lebih murah dibandingkan dengan model eceran sekalipun dalam kuantiti banyak. Produk dalam satu paket itu biasanya satu perusahaan menghasilkan banyak produk yang kemudian dijadikan dalam satu model penjualan paket untuk semua produk dalam jumlah yang telah ditentukan.

Efisiensi Terhadap Aset Perusahaan
Perusahaan pasti mempunyai aset dalam bentuk barang bergerak maupun tak bergerak yang bisa dimaksimalkan penggunaannya. Mengurangi aset dan kemudian memilih dengan cara menyewa merupakan salah satu cara efisiensi perusahaan. Hal itu disebabkan jika mempertahankan seperti bangunan tetapi penggunaannya kurang lebih baik dijual. Menyewa bangunan misalnya untuk gudang dalam jangka waktu pendek menjadi alternatif pengurangan beban biaya operasional bagi perusahaan itu sendiri.

Salam situasi yang tidak bisa dikendalikan biasanya perusahaan memilih opsi terakhir yaitu mengurangi jumlah karyawan baik itu pada tingkatan produksi maupun staf kantor. Produksi yang menurun akibat permintaan pasar berkurang mau tidak mau menjadi suatu beban tersendiri terutama bagi anggaran operasional perusahaan. Mengurangi jumlah produksi berarti banyak tenaga terutama dibagian produksi efektifitas waktu kerjanya menjadi pendek. Oleh karena itu jika ada perusahaan yang tidak mempunyai solusi lain untuk mempertahankan paroduktifitas disaat krisis maka benteng terakhir adalah pengurangan karyawan berdasarkan kebijakan yang terbaik bagi perusahaan maupun pekerja itu sendiri.

Comments are closed.