Gratis Newsletter Kami  
PermataBank.NET Review
 
Properti di Pontianak

Inflasi

Inflasi adalah gerak naik rata-rata tingkat harga. Kebalikannya adalah deflasi, gerakan penurunan dalam tingkat rata-rata harga. Batas tengah antara inflasi dan deflasi adalah stabilitas harga.

Keterkaitan antara Inflasi dan Uang
Karena inflasi adalah kenaikan tingkat harga secara umum, adalah hubungan  intrinsik terkait dengan uang, kita kerap mendengar bahwa “Terlalu banyak Rupiah beredar untuk barang yang sedikit”. Untuk memahami cara kerjanya, bayangkan di dunia ini hanya memiliki dua komoditas: Jeruk dan uang kertas yang dicetak oleh pemerintah. Dalam tahun di mana ada kekeringan dan jeruk yang menjadi komoditas langka, kita akan melihat harga kenaikan jeruk karena akan ada cukup banyak uang beredar untuk membeli jeruk yang langka. Sebaliknya jika terjadi panen raya, kita akan segera melihat harga  jeruk cenderung menurun, sebagai penjual jeruk akan perlu untuk menurunkan harga untuk segera menghabiskan stok mereka. Skenario ini adalah inflasi dan deflasi, masing-masing, meskipun dalam dunia nyata inflasi dan deflasi adalah perubahan harga rata-rata semua barang dan jasa, bukan hanya satu.

Inflasi dan Uang Beredar
Kita juga dapat mengalami inflasi dan deflasi dengan mengubah jumlah uang dalam sistem. Jika pemerintah memutuskan untuk mencetak banyak uang, maka Rupiah akan menjadi relatif berlimpah dibandingkan stok jeruk, seperti dalam situasi kekeringan tadi. Dengan demikian inflasi disebabkan oleh jumlah Rupiah yang meningkat  terhadap jumlah jeruk (barang dan jasa), dan deflasi disebabkan oleh jumlah Rupiah melemah terhadap stok jeruk.  Jadi dapat disimpulkan bahwa inflasi disebabkan oleh kombinasi dari empat faktor:

- Pasokan uang naik.
– Penyediaan barang lainnya turun.
– Permintaan uang turun.
– Permintaan barang lainnya naik.

Inflasi adalah bahwa setiap Rupiah yang anda miliki tidak akan lagi mampu membeli dalam jumlah yang sama untuk barang dan jasa.

Sebagai contoh, pada tahun 2012, karena inflasi dibutuhkan Rp. 10 Ribu untuk membeli 1 liter minyak tanah sedangkan pada tahun 1998 hanya dibutuhkan Rp. 1500 saja.
Sekarang Anda tahu apa itu inflasi.

(www.permatabank.net)

Comments are closed.