Gratis Newsletter Kami  
PermataBank.NET Review
 

Hilangkan Galau Ketika Uang Muka Kredit Naik

Hilangkan Galau Ketika Uang Muka Kredit NaikMulai 1 April lalu Bank Indonesia mengeluarkan peraturan mengenai pengetatan pembiayaan konsumtif untuk Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor pada bank syariah. Uang muka atau down payment (DP) Kredit Kendaraan Bermotor dan untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada kisaran 25% hingga 30%. Kenaikan ini merupakan langkah lanjutan setelah Bank Indonesia sebelumnya memberlakukan hal serupa pada perbankan konvensional.

Peraturan yang serempak diterapkan pada bank konvensional dan bank syariah ini tentu berdampak luas baik bagi produsen maupun konsumen. Hal tersebut memicu penurunan minat beli orang karena terkendala biaya uang muka yang makin tinggi dan tekanan pada kemampuan masyarakat terhadap daya beli. Walaupun peraturan tersebut terasa “membatasi” pola konsumtif orang namun ada nilai positif yang bisa diambil serta solusi terhadap kebutuhan kredit rumah maupun kredit kendaraan bermotor.

Sebenarnya ada banyak solusi yang bisa diambil seperti salah satunya adalah melakukan perencanaan ulang pada tujuan penggunaan uang untuk memenuhi kebutuhan perumahan maupun kendaraan. Selain itu jalan keluar lain untuk masyarakat yang menginginkan kendaraan untuk aktifitas sehari-hari dan bisnis bisa membeli bekas pakai. Tidak semua kendaraan bekas itu diasumsikan sebagai barang yang kualitasnya telah menurun. Semua itu kembali pada kejelian serta kecermatan dalam memilih kendaraan yang masih berkualitas prima serta dengan harga yang sesuai uang yang dimiliki.

Sedangkan kredit perumahan untuk tempat tinggal maupun tempat usaha dapat dilakukan  dengan cara yang lebih fleksibel yaitu cicilan uang muka. Namun ini tergantung dari pihak bank yang mengeluarkan paket angsuran tetap bulanan dengan cicilan uang muka. Oleh karena itu sebelum memutuskan membeli rumah secara kredit carilah informasi sebanyak-banyaknya sehingga bisa memilah dan memilih program kredit rumah yang terjangkau.  Solusi lainnya adalah memenuhi jumlah uang muka yang diminta dengan cara menjaminkan aset yang dimiliki.

Cara lainnya lagi yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi jumlah persentase uang muka yang harus dibayarkan untuk mendapatkan kredit adalah dengan mencari sumber pembiayaan dari keluarga. Ini model berhutang yang termasuk fleksibel karena lebih lunak dan mudah walaupun masih harus melihat kondisi kerabat yang akan diminta soal bantuan finansial. Meskipun terlihat mudah namun ada beberapa orang yang mengalami kesulitan ketika berupaya mendapatkan dana tambahan dengan sistem pinjaman dari kerabat sendiri.

Berdasarkan solusi terhadap permasalahan naiknya uang muka pada kredit rumah dan kredit kendaraan maka sebenarnya anda tidak perlu cepat terlalu galau dan cemas. Masih ada banyak cara lainnya lagi yang bisa anda temukan dan kembangkan untuk mendapatkan sumber pembiayaan pada kredit terutama untuk down payment. Akhirnya semua kembali lagi pada perencanaan anggaran dengan perhitungan yang cermat agar kebutuhan anda  untuk memiliki rumah atau kendaraan bisa terpenuhi.