Gratis Newsletter Kami  
PermataBank.NET Review
 
Properti di Pontianak

9 Faktor Resiko Bisnis Perbankan

resiko bankSetiap bisnis tentu saja memiliki resiko, demikian juga dalam bisnis perbankan yang memilik beberapa faktor resiko dalam memproyeksi tingkat pengembalian modal yang telah di investasikan (Return On Invested (ROI)). Resiko ini bisa mempengaruhi pendapatan bisnis perbankan jika tidak perhitungkan, diantisipasi dan dipersiapkan penanganannya secara seksama. Inilah 9 Faktor Resiko Bisnis Perbankan :

1. Resiko Kredit Macet

Pelayanan utama dari bank umum adalah memberikan fasilitas kredit kepada nasabahnya. Tingkat kredit yang sehat akan memberikan efek kelancaran atas pembayaran pokok pinjaman beserta bunga. Kredit macet (Non Performing Loan atau biasa disingkat NPL) yang dapat terjadi karena nasabah menggunakan uang pinjaman kredit tidak sesuai dengan rencana usaha semula, faktor oknum bank yang melakukan korupsi, kolusi yang tentunya akan menurunkan kinerja perbankan tersebut. Penggunaan 5 asas kehatian-hatian (5C (the five C`s of credit)) dalam pemberian kredit perlu diperhatikan bahkan setelah proses pencairan uang pinjaman kredit di cairkan.

2.Resiko Likuiditas Aset

Resiko likuiditas (liquidity risk) selalu mendapatkan perhatian utama oleh para pengusaha perbankan, faktor ini kerap terjadi karena adanya penarikan dana besar-besaran oleh nasabah (Rush) diluar prediksi pihak bank. Resiko ini terjadi jika bank tidak memiliki uang tunai / aktiva jangka pendek yang dapat segera diuangkan dalam jumlah yang cukup untuk pemenuhan  permintaan deposan atau debitur. Jika hal ini terjadi, tingkat kepercayaan masyarakat akan menurun terhadap bank tersebut.

3. Resiko Kecukupan Modal

Bank Indonesia meminta rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio / CAR) yang lebih tinggi dari beberapa bank komersial, hal ini merupakan kebijakan untuk meningkatkan stabilitas sistem keuangan. Aturan ini dikeluarkan pada 28 November 2012 dan akan menjadi kewajiban pada Maret 2013 agar pihak perbankan menjaga rasio kecukupan modal antara 8 hingga 14 persen, pada tahun 1997 Bank Indonesia hanya menetapkan CAR  minimal sebesar 4% dan pada 7 september 2001 hanya sebesar 8% saja. Jika rasio kecukupan modal tidak dapat terpenuhi, akan berimbas pada kemampuan ekspansi pinjaman kredit dan tingkat kesehatan bisnis perbankan.

4. Resiko Nilai Tukar Valuta Asing (VALAS)

Sebagai bank devisa yang masuk ke dalam perdagangan internasional, bank tentunya akan terpapar risiko valuta asing (VALAS), nilai tukar valuta asing dipengaruhi oleh banyak faktor. Kesalahan dalam upaya memprediksi fluktuasi nilai tukar valuta asing akan menyebabkan kerugian yang signifikan oleh pihak bank. Nilai perlindungan (hedging) dapat mengurangi resiko akibat fluktuasi nilai tukar valuta asing.

5. Resiko Persaingan Usaha

Semenjak dikeluarkannya paket deregulasi pada oktober tahun 1998, bisa diperkirakan saat ini ada 120 bank umum, 25 bank asing dan 35 bank pembangunan daerah (BPD) dan 1.700 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Persaingan usaha ini tentunya akan mengharuskan agar tiap bank meningkatkan standart pelayanan, memberikan produk yang menguntungkan masyarakat untuk meningkatkan pangsa pasar. kegagalan dalam mengantisipasi persaingan usaha dapat menimbulkan penurunan market share serta berkurangnya pendapatan bank.

6.Resiko Perubahan Kebijakan Oleh Pemerintah

Perubahan kebijakan oleh pemerintah dalam dalam bidang moneter, fiskal serta perbankan yang menyesuaikan dengan kondisi perekonomian saat ini dapat berakibat buruk bagi kinerja bank yang tidak dapat menyesuaikan perubahan ini.

7.Resiko Kemajuan Teknologi

Walaupun penggunaan teknologi masih sangat rentan terhadap ancaman kejahatan perbankan jika tidak didukung oleh sistem keamanaan yang baik, peranan teknologi di era globalisasi serta internet saat ini turut mendukung kemudahan dan kecepatan kegiatan transaksi. Bank yang tidak dapat mengantisipasi hal ini tentu akan mengalami penurunan market share yang signifikan.

8.Resiko Operasional Usaha Perbankan

Kesalahan manajemen, pengendalian biaya, tidak adanya sumber dana merupakan bebrapa faktor lain yang turut mempengaruhi tingkat pendapatan bisnis di sektor perbankan.

9. Resiko Kondisi Ekonomi

Tingkat kestabilan ekonomi dunia, nasional maupun regional memberikan efek langsung maupun tidak langsung ke sektor kredit dan pengumpulan dana masyarakat. Situasi ini akan memberikan pengaruh terhadap tingkat pendapatan yang diperoleh bank serta tingkat bunga. Efek ini juga mempengaruhi tingkat kemampuan nasabah untuk membayar kembali pokok pinjaman kredit beserta bunganya.

Comments are closed.