Gratis Newsletter Kami  
PermataBank.NET Review
 

6 Tips Menghemat Uang Secara Cerdas dan Sehat

Hemat UangBerhemat tidak hanya sebagai slogan saja, tetapi juga harus dijalankan secara nyata disertai dengan tanggungjawab penuh. Penghematan terhadap pengeluaran bukan hanya untuk pribadi tetapi mencakup seluruh anggota keluarga. Melakukan penghematan bukan menjadikan anda harus pelit dan penuh perhitungan, tetapi demi kepentingan masa depan. bagaimana cara berhemat yang sehat tanpa harus membuat anda menjadi cepat tua akibat terlalu sering berhitung mengenai pemasukan dan pengeluaran? Ikuti tips sederhana dibawah ini.

Pangkas Pengeluaran.
Ini lebih mengenai soal belanja untuk kebutuhan sekunder misalnya berlangganan banyak koran dan majalah yang anda atau anggota keluarga anda sendiri jarang membacanya. Prioritaskan untuk berlangganan yang memang benar-benar dibutuhkan saja. Memangkas pengeluaran juga berlaku pada penggunaan kartu kredit.

Penuhi Kebutuhan Utama.
Mengabaikan pengeluaran tetap untuk biaya listrik, air, pendidikan, dapur, hutang, pajak, dan sejenisnya selain membuat masalah baru juga beresiko menambah pengeluaran yang diakibatkan denda atas keterlambatan pembayaran. Biasanya orang sering menunda hal ini dikarenakan melihat kebutuhan sekunder yang terkadang dibutuhkan dalam jangka waktu pendek atau hanya mengejar diskon toko.

Prioritas Dalam Investasi.
Menggunakan uang selain untuk simpanan seperti berinvestasi juga memerlukan pertimbangan tepat sebelum memberikan keputusan untuk mengambil beberapa bagian dari penghasilan anda untuk membiayainya. Misalnya investasi asuransi, anda tidak perlu mengikuti banyak program asuransi yang ditawarkan karena beresiko tidak imbangnya penghasilan dengan pengeluaran. Ini bisa dii ibaratkan lebih besar pasak daripada tiangnya, anda bisa terjerumus dalam investasi yang merugikan diri sendiri.

Menganalisa Biaya Harian.
Anda bisa berhemat dengan mengkaji ulang biaya harian yang biasanya dikeluarkan, seperti transportasi, makan, mencuci, dan lainnya. Kendaraan bermotor memang sudah menjadi kebutuhan utama dalam memperlancar segala sesuatunya, tetapi perlu dipikirkan juga seandainya anda bisa menggunakan transportasi umum massal kemungkinan bisa lebih menghemat biaya pembelian bahan bakar untuk kendaraan anda bahkan waktu. Jika anda adalah seorang pekerja kantoran dan biasa makan siang di kantin atau warung sebaiknya perlu dipertimbangkan lagi, soalnya dengan membawa sendiri makan siang dari rumah akan menghemat pengeluaran untuk makan.

Kontrol Pemakaian Energi.
Kehidupan pada jaman modern sekarang ini rumah tangga tidak lepas dari peralatan elektronik dan dapur yang biasa dipergunakan untuk keperluan sehari-hari. Televisi misalnya, kadang televisi bukan untuk ditonton tetapi sebagai pajangan yang terus dihidupkan berjam-jam. Fungsi sebenarnya dari televisi adalah sebagai alat hiburan, setelah tidak ditonton seharusnya dimatikan untuk menghemat pemakaian listrik.

Menggunakan kompor gas juga harus bijaksana, terkadang pemakaian jadi boros akibat lupa mematikan. Berdasarkan pengalaman saya sendiri dulu sering lupa jika sedang memasak air, harusnya 30 menit bisa langsung dimatikan tapi bisa sampai lebih dari 60 menit. Selain itu perawatan seperti selang gas dan regulator juga penting untuk menghindari kebocoran yang menyebabkan gas terbuang secara sia-sia yang efeknya beresiko terhadap kebakaran.

Memilih lampu penerangan juga bagian dari penghematan terhadap pemakaian energi listrik. Beli lampu penerangan yang berkualitas, walaupun mahal tapi daya yang dibutuhkan kecil. Anda bisa saja membeli produk lampu yang katanya “hemat listrik” dengan harga murah kisaran 5.000 – 20.000 rupiah tapi terang cahaya yang didapat tidak sama bahkan kurang drastis dibandingkan dengan produk kualitas bagus yang harganya mahal. Selain itu umur pemakaian juga tak bisa diprediksi, kadang bisa lama sampai bahkan hanya beberapa hari sudah mati.

Gunakan Air Seperlunya.
Ketersediaan air untuk keperluan rumah tangga bisa dikatakan melimpah, tetapi menggunakan air juga membutuhkan biaya. Oleh karena itu atur pemakaian air sedemikian rupa untuk kebutuhan yang penting seperti mandi, mencuci, mengepel lantai, memasak, dan minum. Sedangkan untuk keperluan seperti menyiram tanaman anda bisa menggunakan air bekas mencuci beras yang tidak terkontaminasi oleh sabun cuci.(MDG)

Related

Comments are closed.